Bibliography

MODEL PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMA NEGERI DENGAN PENDEKATAN HOLISTIK- INTEGRATIF

Nuruddin Prihartono (2015) MODEL PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMA NEGERI DENGAN PENDEKATAN HOLISTIK- INTEGRATIF. YOGYAKARTA: PPI UMY

[img] PDF
210.8 KB


Abstract

Hasil program pendidikan karakter saat ini belum sesuai dengan harapan dan perlu penanganan serius. Banyak kalangan berpendapat pendidikan di Indonesia telah gagal dalam membentuk karakter bangsa. Hal ini disebabkan belum mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam semua mata pelajaran secara holistik, mencakup tiga dimensi: sikap, pengetahuan dan keterampilan. Seharusnya, pembelajaran bahasa Inggris menjadi wahana penanaman nilai-nilai karakter guna mencapai kompetensi pengetahuan, sikap dan keterampilan. Penelitian ini bertujuan mengungkap bahwa model pendidikan karakter yang diuji-cobakan dalam proses pembelajaran bahasa Inggris di dua SMAN Gunungkidul dengan pendekatan holistik-integratif efektif/berhasil. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D). Subjek penelitian siswa kelas XI IPS 2 dan 3 di SMAN 2 Wonosari dan Playen. Proses penelitian mengikuti tiga tahap:1) studi pendahuluan: studi literatur, studi lapangan, deskripsi temuan; 2) studi pengembangan: penentuan fokus masalah, perencanaan, perlakuan dan observasi, dan refleksi dalam enam ujicoba; 3) evaluasi: pre-test, post-test dan angket. Sumber data adalah peneliti, kolaborator, dan siswa. Teknik perolehan data adalah observasi, wawancara, pre-tes, post-test, dan angket. Observasi proses pembelajaran oleh peneliti bersama kolaborator menjadi catatan lapangan. Kamera digunakan untuk memotret kejadian di kelas. Wawancara dilakukan peneliti dengan siswa dan kolaborator untuk memperoleh data perilaku guru dan siswa, menggunakan pedoman wawancara dan direkam dengan tape recorder. Data dianalisis dari catatan lapangan dan hasil wawancara. Pre-test dan postest digunakan untuk melihat perbedaan hasil akhir. Perlakuan hasil diskusi sejawat meliputi: 1) pengorganisasian kelas yang bervariasi;2) menjalin hubungan komunikasi-interaksi yang akrab; 3) menekankan pencapaian keterampilan berbahasa Inggris; 4) memilih materi sesuai kemampuan dan kebutuhan siswa; 5) mengubah peran guru menjadi fasilitator; 6) memberikan motivasi dan pembimbingan; 7) memanaj dan mengontrol waktu; 8) menerapkan hadiah dan menghindari hukuman; dan 9) menanamkan nilai-nilai karakter siswa. Dari ujicoba yang dilaksanakan, disimpulkan bahwa perlakuan yang berhasil adalah nomor 1-8. Perlakuan yang belum sepenuhnya berhasil adalah nomor 9, karena diperlukan waktu lama. Namun, ada beberapa perubahan positif yakni: 1) proses belajar mengajar bahasa Inggris lebih hidup; 2) siswa lebih aktif, antusias dan senang dalam pembelajaran; 3) siswa lebih berani berkomunikasi lisan dan tulis; 4) sikap dan karakter siswa lebih baik; 5) guru peneliti lebih percaya diri dalam mengajar dan mencapai keberhasilan siswa; 6) guru bahasa Inggris kelas lain mendapat pengetahuan dan pengalaman dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran; 7) Kepala Sekolah mendapat pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan hubungan komunikasi-interaksi guru-siswa. Kesimpulan: Pendidikan karakter saat ini tidak sejalan dengan tujuan pendidikan; model pendidikan karakter dengan pendekatan holistik-integratif meningkatkan prestasi belajar, memiliki tingkat keterterapan tinggi dan 83,33% guru menyatakan menyusun RPP, melaksanakan & evaluasi pembelajaran lebih mudah.

: Nuruddin Prihartono
: Disertasi S3
: Program Doktor
: Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag,
: Bahasa Indonesia
: R(Reference)
: DIS PPI 003
: YOGYAKARTA: PPI UMY
:
: 2015
:
Subyek / Keywords :
Model pendidikan karakter, pembelajaran bahasa Inggris, pendekatan holistik-integratif
Physical Location :
  • 20141165   Perpustakaan Pasca Sarjana
Digital Copies :

Kategori Koleksi