Bibliography

PERAN ELITE LOKAL DALAM KEMENANGAN PARTAI GERINDRA PADA PEMILAHAN UMUM LEGISLATIF TAHUN 2014 DI KABUPATEN LUWU UTARA

Iqbal Aidar Idrus (2016) PERAN ELITE LOKAL DALAM KEMENANGAN PARTAI GERINDRA PADA PEMILAHAN UMUM LEGISLATIF TAHUN 2014 DI KABUPATEN LUWU UTARA. Yogyakarta: MIP UMY

Abstract

Partai Gerindra menjadi peserta pemilihan umum pertama kali pada tahun 2014, yang di ikuti dua belas Partai Politik. Walaupun baru pertama kali mengikuti pemilihan umum di Kabupaten Luwu Utara, Partai Gerindra berhasil memperoleh suara terbanyak ke dua setelah Partai Golongan Karya dan mendapatkan jatah enam kursi menjadi anggota dewan. Keberhasilan ini didukung oleh tokoh masyarakat di Kabupaten Luwu Utara yang berasal dari golongan elit, seperti elit birokrat, elit ekonomi (pengusaha), dan elit politik mempunyai andil yang besar dalam menarik simpatisan masyarakat untuk memilih calon anggota legislatif yang berasal dari Partai Gerindra. Oleh karena itu, Peran Elit Lokal dalam Kemenangan Partai Gerindra menjadi fokus kajian pada penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam dan dokumentasi. Sebagai informan dalam penelitian ini yaitu, mantan Ketua DPC Partai Gerinda, 6 anggota dewan terpilih dari Partai Gerindra, tokoh masyarakat dan Wakil Bupati Luwu Utara. Hasil penelitian ini menunjutkan bahwa kemenangan Partai Gerindra pada Pemilu legislatif di Luwu Utara tidak lepas dari peran elit lokal yang ada, sehingga terlihat dari hasil perolehan suara Partai Gerindra yang cukup besar dengan terpilihnya enam calon anggota dewan dari setiap dapil yang ada di Luwu Utara, terlihat bahwa enam calon anggota dewan yang terpilih di dapil satu mendapatkan dua kursi yaitu Rahmat Laguni dan I Wayan Sutta dengan perolehan suara calon 86% sedangkan suara partai 14%, dapil dua mendapatkan satu kursi, Yamsir dengan perolehan suara calon 83% sedangkan suara partai 17%, dapil tiga dengan dua kursi, Tahar Rum dan Thahir Bethoni dengan perolehan suara 90% sedangkan suara partai 10%, dan daerah pemilihan yang terakhir dapil empat dengan mendapatkan satu kursi M. Imran Mattola dengan perolehan suara calon 82% sedangkan suara partai 18%, sehingga terlihat masyarakat memilih calon bukan karena Partai, melainkan karena calon anggota dewan yang diusung Partai Gerindra mempunyai ketokohan di daerah pemilihanya masing-masing, apa lagi dengan kekuasaan dan kekayaan yang di milikinya, di tambah dengan kehadiran tiga tokoh elit lokal yang menduduki posisi penting di partai, yaitu Indah Putri Indriani, Arsyad Kasmar dan Tahar Rum yang merupakan calon bupati pada saat Pilkada, yang mempunyai basis suara yang besar dan pendukung panatik di empat dapil Luwu utara. Kesimpulan dan rekomendasi dalam penelitian ini adalah kemenangan Partai Gerindra tidak lepas dari peran elit lokal yang ada di Partai Gerindra dengan mengunakan pendekatan posisional, pendekatan reputasi dan pendekatan keputusan yang berasal dari teori elit politik sehingga suara yang didapatkan partai sangat memuaskan sebagai partai baru. Penelitian ini mengunakan teori elit politik,teori partai politik dan teori patronase untuk mempertajam hasil analisis. Penelitian selanjutnya agar memfokuskan pada penelitian kuantitatif yang di lakukan pada pemilihan umum legislatif di provinsi maupun di pusat agar bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih luas dari peneliti sebelumnya.

: Iqbal Aidar Idrus
: Thesis S2
: Magister Ilmu Pemerintahan
: Dr. Titin Purwaningsih, M. Si,
: Bahasa Indonesia
: R(Reference)
: TES MIP 009 2016
: Yogyakarta: MIP UMY
:
: 2016
:
Subyek / Keywords :
Pemilu, Peran Elit Lokal, Kemenangan Partai Gerindra
Physical Location :
  • 20145369   Perpustakaan Pasca Sarjana
Digital Copies :

Kategori Koleksi